Dua Pria dan Satu Wanita Diduga Lecehkan Gerakan Salat. Begini Nasib Mereka Sekarang

Bagi mereka yang biasa ceplas-ceplos di media sosial, kini perlu lebih hati-hati. Penebar kebencian melalui berbagai media, termasuk media sosial, bisa diancam pidana jika tidak mengindahkan teguran dari kepolisian.

Hal itu menjadi salah satu poin dalam Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech Nomor SE/06/X/2015. Surat tersebut diteken Jenderal Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015 lalu dan telah dikirim ke Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa persoalan ujaran kebencian semakin mendapatkan perhatian masyarakat baik nasional atau internasional seiring meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Entah apa maksud dari ketiga orang ini, entah hanya untuk sekedar eksis atau ada hal lainnya. Namun apapun itu, foto-foto mereka saat melakukan gerakan mirip salat telah beredar luas dan memancing kontroversi.

Tiga orang pemuda terdiri dari dua pria dan satu wanita terlihat sedang memeragakan gerakan mirip salat. Mulai dari cara berdiri dengan tangan bersedekap hingga cara duduk yang menyerupai duduk tahiyat akhir pada salat.

Seorang pria di bagian depan, hanya mengenakan kaus dan celana pendek dengan peci di kepalanya. Pria bertopi di belakangnya mengenakan kaus lengan panjang dan celana panjang.
Sementara si wanita tampak terbuka karena hanya mengenakan kaus dan celana tanggung.

Foto-fotonya viral di media sosial setelah diunggah oleh akun FacebookPebi Ikbal Fauji Baboey.
Pada unggahannya tertulis, “Meskipun perlengkapan tidak ada, kita msih menjalankan ibadah”.

Tidak diketahui maksud dan tujuan yang dilakukan oleh ketiganya. Namun warganet dibuat geram oleh unggahan tersebut. Diinformasikan oleh akun FacebookSri Indriyani, Jumat (8/12/2017), ketiga pemuda telah ditangkap.

Ini menjadi pelajaran kita semua untuk berhati-hati di media sosial, dengan segala kemudahan yang didapat dari perkembangan teknologi tidak serta merta kita bisa melakukan hal apa saja. Apalagi melakukan hal yang bisa menyakiti hati orang lain. Kadang ada yang melakukan hal negatif di media sosial hanya untuk dianggap eksis di media, padahal banyak bahaya yang bisa dilahirkan media sosial.

Polda Metro Jaya siap menjalankan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang telah direvisi. Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Intinya, apa yang dilakukan di medsos harus hari-hati, jangan sampai terjebak, jangan sampai melukai orang. Hati-hati karena ada rambu-rambu yang mengaturnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes RP Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Argo juga mengimbau pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam berinteraksi dan berkomunikasi di dunia maya. “Intinya dalam kegiatan medsos itu ada rambu yang mengatur. Kita jangan mudah memarahi orang, memaki orang di dunia maya,” imbuhnya.UU ITE yang baru disahkan pada 27 Oktober 2016 dan mulai berlaku sejak 28 November 2016. Ada 7 poin perubahan dalam UU ITE baru tersebut.

Beberapa perubahan penting adalah, tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik dalam ITE (Pasal 27 ayat 3) merupakan delik aduan, bukan lagi masuk dalam delik umum, sehingga orang yang merasa dirugikan sendiri yang harus melapor. Perubahan lainnya yakni ancaman hukuman dalam pasal 27 tentang pencemaran nama baik turun dari paling lama 6 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara dan denda dari Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta.

Didalam berinternet, perlu juga diperhatikan cara-cara yang baik dalam penggunaannya dan pelaksanaannya. Maka dari itu, dengan artikel ini akan saya sampaikan beberapa cara yang saya ketahui dalam berhadapan dengan dunia internet/maya.

  • Cara Berkomunikasi

Ini adalah cara dalam berkomunikasi di dunia maya, baik dalam keadaan chating Online ataupun ketika kita menerima pesan e-mail yang pengirimnya menggunakan huruf kapital, mengirim kembali seutuhnya pesan-pesan yang kita kirimkan, atau menjawab pertanyaan panjang kita, dengan ucapan, “saya kira begitu”, atau “betul.” Nah, untuk mencegah hal itu terjadi, ada baiknya kita mengetahui beberapa di antaranya:

  1. Perlakukan e-mail secara pribadi

Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan secara pribadi, tidak sepatutnya kita mengirimnya ke forum umum, seperti kelompok grup, atau mailing-list. Email pada dasarnya adalah alat komunikasi personal.

  1. Jangan Membicarakan Orang Lain

Jangan membicarakan orang atau pihak lain, apalagi kejelekan- kejelakannya. Berhati-hatilah terhadap apa yang anda tulis. E-mail memiliki fasilitas bernama “Forward”, yang mengizinkan si penerima akan meneruskannya (forward) ke orang lain.

  1. Jangan gunakan huruf kapital

Seperti halnya membaca suratkabar, atau surat, membaca pesan e-mail yang menggunakan huruf besar/kapital yang berlebihan tidak enak dilihat. Tapi di samping itu, terutama dalam tata krama berkomunikasi dengan email/chat, penggunaan huruf besar [kapital] biasanya dianggap berteriak. Mungkin saja maksudnya hanya untuk memberi tekanan pada maksud Anda.

  1. Jangan terlalu banyak mengutip

Hati-hati dalam melakukan balasan (reply). Fasilitas ‘Reply’ dari sebagian besar program mailer biasanya akan mengutip pesan asli yang Anda terima secara otomatis ke dalam isi surat Anda. Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban e-mail, usahakan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, dan hanya menjawab bagian-bagian yang relevan saja.

  1. Jangan gunakan CC (copy carbon)

Jika Anda ingin mengirim mail ke sejumlah orang (misalnya di mailing-list), usahakan atau hindari mencantumkan nama-nama pada baris CC. Jika Anda melakukan hal itu, semua orang yang menerima e-mail Anda, akan bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mailnya dibeberkan di depan umum. Selalu gunakan BCC (blind carbon copy). Dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e-mailnya sendiri.

  1. Jangan gunakan format HTML

Jika Anda mengirim sebuah pesan penting ke rekan Anda, jangan gunakan format HTML tanpa Anda yakin bahwa program e-mail rekan Anda bisa memahami kode HTML. Jika tidak, pesan Anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaiknya, gunakan plain text.

  1. Jawablah Secara Masuk Akal

Jawablah setiap pesan e-mail secara masuk akal. Jangan menjawab dua tiga pertanyaan dalam satu jawaban. Apalagi, menjawab pesan e-mail yang panjang lebar, dan Anda menjawab dalam satu kata: “Good.” Wah, ini sangat menyebalkan.

  1. Sebaiknya untuk efisiensi penggunaan kata, gunakan singkatan yang sudah lazim digunakan

Untuk efisiensi penggunaan kata, frase atau istilah By the Way (= ngomong-ngomong) bisa disingkat menjadi BTW. In My Opinion (=menurut hemat saya) bisa disingkat IMO. Because (=karena) bisa disingkat menjadi ‘coz. Penggunaan kata sapa Bahasa Inggris misalnya, kalimat How are you?, bisa diganti menjadi How R U? Kalimat “Menurut hemat saya” bisa diganti menjadi IMHO (In My Humble Opinion) dan sebagainya.

Internet merupakan sebuah jaringan dan informasi global (dunia). Bayangan, sejuta manfaat bisa kita dapat hanya bermodalkan kemampuan dan kemauan menggunakan internet. Misalnya, berkorespodensi dengan rekan dipenjuru dunia menggunakan “surat super ekspres” (email). Kita juga bisa dengan leluasa memperoleh data untuk tugas sekolah, membaca berita nasional dan manca negara, mencari lowongan pekerjaan dan beasiswa dan masih banyak lagi hal lain yang bisa kita dapatkan melalui Internet.

Tentu saja tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat, jika kita tidak sepandai-pandai dalam menggunakan Internet. Karena sifatnya bebas, maka ada saja meteri atau isi yang bersifat negatif di Internet. Misalnya pornografi, perjudian, sadisme dan rasisme. Belum lagi dengan aneka macam program jahat komputer (virus, trojan, spyware) yang dapat merusak data, serangan e-mail sampah (spam), penipuan, pelecehan seksual dan pelanggaran privasi.

Tetapi jangan khawatir, dengan pemahaman kita yang cukup tentang Internet serta didukung kedewasaan kita dalam memilah hal yang baik dan yang buruk, maka kita dapat memaksimalkan dampak positif Internet serta sekaligus mengurangi dampak negatifnya. Program “Internet Sehat” ini bertujuan mengajak kita bersama agar peduli dengan “sehat-nya” Internet kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *