Mengenal Ustadz Abdul Somad, Ustaz Sederhana yang Kian Populer

Posted on

JAKARTA – Penolakan bukan hal baru bagi Abdul Somad dalam menjalankan perannya sebagai pendakwah. Belum hilang dari ingatan tentang insiden penolakan sejumlah orang terhadapnya di Bali, kali ini dai asal Riau itu ditolak masuk Hong Kong.

Alhasil, tidak sedikit publik yang bereaksi terhadap insiden yang terjadi pada Sabtu 23 Desember 2017 itu. Setidaknya itu terlihat dari dukungan netizen kepadanya di media sosial.

Abdul Somad dikenal luas lewat ceramahnya yang disampaikan secara lugas. Sebagai pendakwah, ceramah yang disampaikan pria kelahiran Asahan, Sumatera Utara 40 tahun silam ini mudah dipahami oleh masyarakat. Berbagai hal tentang agama dibahasnya, khususnya kajian ilmu hadis dan ilmu fikih.

Sejak di bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, Abdul Somad mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Bahkan dia mendapatkan gelar S-1 dari Al Azhar Mesir dan S2 Daar al-Hadits Al-Hasania Institute, Kerajaan Maroko.

Awalnya dia dikenal sebagai pendakwah muda di Riau. Kedalaman ilmu agama dan keahliannya merangkai kata dengan logat melayu membuatnya memiliki khas tersendiri. Penampilannya yang sederhana dan penyampaian materi ceramah yang kadang diselingi humor membuatnya semakin populer. Bahkan adapula yang menganggapnya sebagai “penerus” dai kondang Zainuddin MZ.

Dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ini semakin dikenal luas melalui video ceramah yang ditayangkan melalui chanel Youtube. Sebut saja akun Taffaquh video  dengan 140,236 subscribers atau pelanggan. bahkan tidak sedikit videonya yang ditonton lebih satu juta orang. Belum lagi akun-akun fans Abdul Somad di Youtube.

Karena disukai, masyarakat pun menyebarkan video ceramahanya ke berbagai media sosial. Alhasil video ceramah Ustaz Abdul Somad di banyak tempat beredar di mana-mana.

Dia pun berkeliling tempat memberikan tausiyah memenuhi undangan. Meski demikian, dakwah yang dilakukannya tidak selalu berjalan lancar. Contohnya, demo penolakan dirinya berceramah oleh sejumlah orang di Bali beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Abdul Somad tetap tegar menghadapi berbagai halangan dalam berdakwah, termasuk tudingan dirinya anti-NKRI. Somad pun menegaskan tudingan itu sebagai informasi tidak benar dan fitnah. “Tolong sampaikan ke seluruh umat muslim di Indonesia. Kita orang-orang yang cinta kedamaian,” katanya dalam sebuah wawancara dengan media, beberapa waktu lalu.

Abdul Somad kembali menghadapi penolakan Sabtu 23 Desember 2017. Kedatangannya di Hong Kong untuk memenuhi undangan warga Indonesai di sana ditolak oleh otoritas setempat. Setelah menjalani pemeriksaan selama lebih kurang 30 menit, Abdul Somad pun diminta untuk kembali ke Jakarta. Sebagian masyarakat pun bereaksi. Lewat jejaring sosial, mereka meminta agar Kementerian Luar Negeri memberikan penjelasan mengenai peristiwa ini.

Sumber : nasional.sindonews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *